korban gempa aceh 2010

Korban Gempa “Gayo” Minta Dikunjungi
Banda Aceh ( Berita ) : Masyarakat di dataran tinggi Gayo, khususnya korban gempa pada 28 Januari 2010, mendambakan kunjungan dari gubernur/wakil gubernur Aceh, agar petinggi daerah itu dapat melihat langsung akibat gempa tersebut.
“Kami berharap bapak gubernur atau wakil gubernur dapat meninjau warga dan daerah yang terkena dampak gempa. Kehadiran pimpinan provinsi sangat diharapkan masyarakat, terutama korban gempa,” kata M Rasyidin Sali, tokoh masyarakat Gayo di Banda Aceh, Rabu [03/02].
Hal itu disampaikannya menyusul belum adanya pejabat teras provinsi yang berkunjung ke Aceh Tengah, pascagempa yang berdampak kerusakan ratusan rumah penduduk dan infrastruktur publik lainnya.
“Aceh Tengah dan Bener Meriah merupakan dua daerah yang terkena dampak gempa akhir Januari 2010. Kedua kabupaten itu merupakan bagian dari Provinsi Aceh. Jadi kami berharap juga simpati dari pejabat,” ujarnya.
Kunjungan pejabat teras provinsi itu penting untuk memberikan dorongan dan semangat, terutama para korban gempa yang rumahnya rusak, meski kadarnya ringan, ujar Rasyidin Sali yang juga Ketua umum Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh.
Karena itu adalah musibah, maka seharusnya pimpinan teras provinsi tidak hanya menunggu laporan dari stafnya. “Yang penting kehadiran gubernur atau wakil gubernur sudah memberi semangat kembali bagi warga korban gempa,” katanya.
Di pihak lain, ia menjelaskan dengan kehadiran pimpinan daerah maka bisa melihat langsung kebutuhan prioritas untuk dibangun kembali, misalnya terhadap puluhan gedung sekolah yang dindingnya sudah retak dan tidak bisa difungsikan lagi.
Gempa berkekuatan 5,0 pada Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh pada 28 Januari 2010, berdampak pada kerusakan berbagai fasilitas publik dan rumah penduduk di 14 kecamatan, dan terparah di tiga kecamatan di wilayah itu. Total kerugian sementara kerusakan bangunan akibat bencana alam terburuk sepanjang beberapa tahun terakhir itu ditaksir mencapai Rp73,784 miliar.
0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda